Siantar, Kota Seribu Ketua

0
89 views

Oleh Redaksi

MONALISANEWS | SIANTAR | –  Selain Wihara Ksitigarbha Budhisattva dikenal dengan nama “Vihara Patung Seribu”. Dinegeri Sakuru, tepatnya Kyoto juga mendapat julukan Kota Seribu Kuil, sebagai kunjungan Wisata Relegi wisatawan.

Fenomena, sama juga terjadi dan mendapat predikat paling spektakuler (majagiah), kota berhawa sejuk dan pernah mendapat julukan kota ‘Nenas’ tersebut telah mendapat gelar dan julukan baru sebagai kota “Seribu Ketua”.

Pembaca monalisanews boleh saja menyangkal, apa yang telah Tim investigasi dan survey di sudut sudut kota, baik lapo tuak, hingga kedai kedai kopi ternama ini tidak benar. bahwa rata rata warga kota siantar dipanggil dengan sebutan ketua. Maka tidak dapat dipungkiri kota toleran ini telah mendapat julukan baru,”Kota Seribu Ketua”.

Ali Yusuf Siregar, Aktifis HMI Siantar Simalungun, usai acara diskusi publik yang digelar kantor berita monalisa Jl Alteleri No 8 Bukit Sofa Pematangsiantar, Sumatera Utara,Sabtu sore kemarin (20/10/2019) mengatakan, Siantar sebagai kota seribu ketua itu benar, anda boleh survey setiap satu kedai kopi paling tidak ada sepuluh ketua didalamnya dan mereka tidak pernah bersinggungan. Artinya selalu damai, dan para ketua tersebut memahami aturan dunia persilatan (lapangan).

“Oleh karena itu, anak rantau yang kepingin bermain dan bacalon walikota mikirlah dulu. Siantar  memang unik dan luar biasa, begitu banyaknya ketua tapi tidak saling bergesekan. Jangan cerita mau mencalon walikota, kalau tidak pernah mengetahui dan memahami kultur masyarakat siantar seperti apa. Sudah banyak calon walikota anak rantau mengadu nasib, pulang membawa koper kosong kembali ke pusat dengan menelan sejuta kekecewaan.” jelasnya.

Ali menambahkan,”Siantar tidak butuh anak rantau dengan segudang finansial, ujung ujungnya mencari join dana untuk mencari patner sebagai wakil. biarlah kami yang tinggal disiantar menentukan calon pemimpin kami dan sebagai imam masyarakat kota pematangsiantar lima tahun kedepan,”tegasnya.

Berita Terkait: 👉  Bupati, & Wakil Bupati, Forkopimda Bersama DPRD Tapteng Dengar Pidato Presiden RI

Hal senada juga dikatakan, Toni Hardiono warga kelurahan Martoba ini, Bicara soal ketua, siantar gudang nya ketua, kita boleh survey dibeberapa lokasi tempat ngumpulnya orang orang yang sehari harinya disebut ketua. Dalam satu kerdai kopi bisa sepuluh orang lebih ketua ngopi dan bercengkrama bersama, tapi walaupun demikian,para tokoh dan ketua tersebut tidak pernah saling bersentuhan.

“Itulah unik nya siantar, kota seribu ketua. Tapi hajabnya, siapa yang disebut ketua harus berani dan loyal menjamu di setiap kedai kopi yang disinggahinya. Karena setiap kali menyebut ketua, dapat 50 ribu,” ungkap Toni sambil tertawa.

Toni menambahkan, Tak jarang para ketua tersebut bersaing mengadu loyalitasnya  terhadap anggota, atau yang menyebut ketua,’Siantar memang layak menjadi kota seribu ketua, karena kehebatannya kota berhawa sejuk ini telah melahirkan tokoh tokoh muda berbakat dibidangnya masing masing,”pungkasnya.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here