Terkait Proyek “Abal –Abal”,BPD Panggil Kades Saragih Barat

0
284 views

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISANEWS | TAPTENG | – Terkait pelaksanaan pekerjaan proyek yang dibiayai Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2018, di Dusun Uruk Timbul Desa Saragih Barat (Sabar) Kecamatan Manduamas Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumut, “terkesana asal jadi”. Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Sabar, Marudut Bagariang (57), panggil Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) DD TA 2018, Kepala Desa (Kades) Sabar, Rino Tumanggor.

Ketua BPD Desa Sabar, Marudut Sibagariang meng-apresiasi awak media Monalisanews,yang telah mempublikasi pengerjaan proyek Dana Desa beberapa waktu lalu. Pihak BPD dan beberapa orang warga langsung turun kelapangan memantau pengerjaan proyek DD TA 2018 di Dusun Uruk Timbul Desa Sabar.

“Benar, ada kurang baik pekerjaan itu, kami sudah lihat ,pelaksanan pekerjaan tersebut terkesaan asal jadi”. kata BPD Marudut Sibagariang saat ditemui monalisanews, Senin kemarin. dikediamannya Dusun Uruk Timbul Desa Saragih Barat (Sabar).

Selanjutnya Marudut memanggil Kades Sabar, Rino Tumanggor datang kerumah BPD Sabar. Lalu diingatkan, agar Kades menginstruksikan Tim Pengelolah Kegiatan (TPK) memperbaiki kekurangan, dan kejanggalan pekerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan pekerjaan pengerasan Pasir Batu (Sirtu) sepanjang 420 meter, yang dibiaya DD TA 2018 sebesar Rp.394 juta.

“Benar, hasil pekerjaan kurang bagus. Tetapi, karena masih ada waktu, dan belum habis dana, maka Kades supaya menginstruksukan TPK memperbaiki pekerjaannya,”imbuh BPD Sabar (Saragih Barat ).

Dengan tegas Marudut Sibagariang mengatakan selaku BPD. Jika proyek yang dibiayai DD itu tidak diperbaiki. Dan tidak sesuai dengan penggunaan Rencana Anggaran Belanja (RAB) hingga habis masa waktu pekerjaannya. BPD Sabar, katanya akan menolak Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) DD TA 2018, Desa Sabar pada Musyawarah Desa (Mudes) nanti.

Berita Terkait: 👉  FL Fernando DPD Partai Golkar Tapanuli Utara 

“Saya tidak akan menandatangani, bahkan saya dengan warga dusun Uruk Timbul desa Sabar akan menolak LPJ Kades dan TPK bila nanti penggunaan dana desa itu tidak sesuai dengan RAB nya”. tegas Marudut kepada Kades.

Menyikapi hal tersebut, Kades Sabar, Rino Tumanggor berjanji akan memperbaiki kekurangan hasil pekerjaannya. Dan meminta TPK untuk memperbaiki pekerjaan bangunan yang dibiayai dana desa itu.

Diakui Kades Rino, kekurangan pekerjaannya tidak lepas dari lokasi proyek yang rawa gambut dan berlumpur, juga karena gangguan cuaca saat mengerjakan. Rino juga meminta kesediaan BPD turut mengawasi demi bagusnya mutu pembangunan didesa itu. Agar tepat guna dan tepat sasaran sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.

Kemudian Kades Sabar, Rinto Tumanggor, didampingi Ketua BPD-nya, Marudut Bagariang menjelaskan kepada Monalisanews, DD TA 2018 untuk desa yang paling ujung di Tapteng dan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Singkil NAD itu dialokasikan untuk pembangunan jalan rabat beton sepanjang 119 meter dengan biaya sebesar Rp.54 juta.

“Untuk pembangunan jalan pertanian, yakni TPT dan pengerasan sirtu sepanjang 420 meter sebesar Rp.394 juta, dana untuk pengadaan ternak Babi yang dikelola BUMDes dengan biaya sebesar Rp.147 juta. Dan dana untuk pemberdayaan masyarakat,” terang Rino Tumanggor.

Sekedar mengingatkan, Berita sebelumnya. Warga sekitar dusun Uruk Timbul menyesalkan mutu pekerjaan dana desa itu. Katanya, proyek itu dikerjakan asal jadi, kades itu yakin tidak akan ada orang yang meninjau pekerjaannya karena jauh dan sulit dijangkau.

“Kalau-pun kades merasa aman semau dia mengerjakan bangunan itu, sehingga terkesan asal jadi. Tetapi, kami siap menjelaskan kekurangan dan kejanggalan pelaksanaan proyek dana desa itu”. tukas warga sekitar.(*)

Berita Terkait: 👉  KEMBALI CALONKAN DIRI DI PILKADA SUMUT

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here